Ku gendong Nuke ke tempat adikku dalam keadaan tertidur dan kupakaikan baju, lalu kututup selimut, lantas aku kabur ke rumah temanku untuk menghindari kecurigaan keluargaku.

Aku segera terangsang kembali karena pada saat aku menciumi kemaluan Nuke, dia dengan ganas mencium dan menyedot kemaluanku dengan kerasnya.

Aku juga kadang merasakan Nuke menggigit kemaluanku dengan keras sekali, sampai aku khawatir kemaluanku terpotong karenanya.

Sebagian langsung tertelan pada saat aku ejakulasi, selebihnya ditelan sebagian-sebagian seiring dengan keluarnya spermaku tetes demi tetes. Rupanya pada saat aku tertidur, Nuke terus menjilati kemaluaku sambil sedikit-sedikit menggesek-gesekan kemaluannya pada mulutku.

Meskipun awalnya aku takut untuk mencoba menjilati kemaluannya, tapi karena akupun terangsang lagi, maka kulumat kemaluannya dengan penuh napsu.

Setelah puas aku mengulum puting susu dan meremas-remas buah dadanya, mulutku kembali ke atas untuk mencium dan mengulum lidahnya.

Sebentar kemudian malah Nuke yang turun menciumi leher kemudian dadaku. Belum pernah aku merasakan kenikamatan yang sedemikian dasyat.

Aku melihat seberkas kekecewaan pada raut wajahnya.

Saat itu aku berpikir bahwa dia takut tidak mencapai kepuasan dengan keluarnya spermaku yang kedua.

Tapi tiba-tiba ada pikiran nakal di otakku, untuk nekat mendekati Nuke, meskipun rasanya sangat tidak mungkin.