Dalam kunjungan ke ibukota Kroasia, Zagreb beberapa waktu lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan menolak bila Turki menjadi negara Islam.Bagi Erdogan sekularisme adalah dasar yang harus dipertahankan dan perdebatan tentangnya hanya mengganggu agenda Negara (Daily Sabah).

vidio sex abg terselubung-56

Saat ini kekuatan legislatif, Parlemen Turki”, yang dikuasai oleh AKP sedang melakukan amandemen konstitusi.

Dalam konteks demokrasi, amandemen Konstitusi bisa dibenarkan, maka, kalau pun ada perubahan dari Negara Sekuler ke Negara Islam, secara prosedural, Erdogan dan AKP akan berlindung dibalik legalitas ini.

(2) proposal Turki yang sangat ingin masuk Uni Eropa akan ditolak mentah-mentah.

Dengan pertimbangan rasional ini Erdogan benar-benar sudah melupakan mimpi Negara Islam dan telah yakin bahwa prinsip-prinsip sekuler bisa mengayomi semua pemeluk agama, namun beberapa aturan di Turki yang diskriminatif terhadap simbol-simbol agama—khususnya Islam, di ruang publik (misal jilbab) harus terus dilawan, karena pelarangan ini melanggar kebebasan individu dan bertentangan dengan prinsip anti diskriminasi.

"Kalau mereka (manajemen Bioskop CGV) masih membandel, kita langsung cabut izin usahanya," ujar Finda.

Menurut Edi, pengelola Bioskop CGV Palembang, pihaknya sudah mengantongi izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan sudah menyediakan kamera CCTV) untuk memantau kegiatan para penonton studio khusus ini. Sementara ini, kita tutup dulu studionya, bukan karena sidak tadi, tapi masih dalam perbaikan saja," kata Edi.Ia menulis beberapa buku: Dari Jihad Menuju Ijtihad, Ustadz Saya Sudah di Surga, Muslim Feminis, Syahadat Cinta Rabiah al-Adawiyah dan Islam Tanpa Diskriminasi.Kini ia menjadi Kurator Diskusi di Komunitas Salihara. () Presiden parlemen Turki, Ismail Kahraman, menuntut peran agama yang lebih luas.Kemungkinan manakah yang akan terjadi pada masa depan kepemimpinan Erdogan dan Turki masa datang? Yang pasti, Erdogan akan terus hidup dalam dua tarik menarik: kenyataan Negara Sekuler dan godaan Negara Islam.Penulis: Mohamad Guntur Romli merupakan alumnus Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura dan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.Fasilitas berupa kasur springbed, bantal dan selimut untuk para penonton di bioskop itu diduga menjadi tempat mesum terselubung.