Sementara artis-artis ASEAN-nya meliputi Hans Anwar & Lo'Ryder (Brunei), Preap Sowat (Kamboja), AB Three (Indonesia), Alexandra (Laos), Lay Phyu & Iron Cross (Myanmar), Jolina Magdangal (Philippines), Tanya Chua (Singapura), Briohny (Thailand) dan Lam Truong (Vietnam).

Ia juga membuat penampilan ketiganya di MTV Asia Awards pada 2004 yang diadakan di Singapura, dimana ia tampil untuk kedua kalinya berturut-turut pada sebuah acara dengan Gareth Gates, runner up dari serial pertama dari versi Inggris Idol, Pop Idol, dalam sebuah lagu yang aslinya dibuat oleh Gareth sendiri, 'Say It Isn't So'. Dengan program musikal pertama Muzikal Aidiladha (Musikal Idul Adha) bertepatan dengan Idul Adha.

Pada 2004 juga, perusahaannya Siti Nurhaliza Production (M) Sdn. Selain itu, perusahaan tersebut datang dengan Siti Nurhaliza 3D (Siti Nurhaliza Dari Dalam Diri), sebuah serial televisi realitas yang secara khusus menampilkan kehidupan pribadi Siti Nurhaliza dengan 13 episode dan ditayangkan di RTM (Radio Televisyen Malaysia atau Radio Televisi Malaysia), sebuah perusahaan radio dan televisi layanan masyarakat Malaysia.

Siti diangkat sebagai seorang figur yang hebat karena merupakan hal yang sulit bagi artis-artis luar negeri untuk menarik perhatian dalam industri musik Indonesia jika artis tersebut kurang tawaran dibandingkan artis-artis dalam negeri.

Siti juga dikatakan menjadi penyanyi Malaysia pertama yang mengadakan konser siaran langsung di Indosiar, sebuah stasiun televisi populer di Indonesia dan acara tersebut ditayangkan di seluruh belahan negara tersebut.

Pada saat konser, ia diiringi oleh Orkestra Simfoni London yang dipimpin oleh maestro Indonesia, Erwin Gutawa dimana konser tersebut dihadiri oleh Sultan dan Sultanah Pahang dan keluarga kerajaan dari Brunei.

Album studio kesebelas Siti, Transkripsi, dirilis pada April 2006 dan berisi kontribusi-kontribusi dari para produser dan komposer asal Indonesia seperti Erwin Gutawa, Melly Goeslaw dan Glenn Fredly dan Malaysia, seperti Aubrey Suwito, Cat Farish, Jenny Chin, Firdaus Mahmud, Mac Chew, Yasin dan Damian VE.

Ia juga diundang pada 2000 Sebelumnya, pada bulan Mei di tahun yang sama, ia mengambil bagian dalam 'Kompetisi Lagu dan Menyanyi Internasional Pasifik Selatan 1999' yang diadakan di Gold Coast, Queensland, Australia dimana ia menempati tempat pertama dalam kategori '40 Besar Lagu Internasional' mengalahkan para kontestan dari seluruh Pasifik Selatan melalui singelnya, We'll Be As One.

yang membuatnya dianugerahi dengan penghargaan Penampilan Vokal Perempuan Terbaik dengan singel yang sama meskipun singel tersebut dinilai dengan menyetel cakram tape yang dikirimkan oleh perusahaan rekamannya kepada penyelenggara dan bukannya melalui penampilan langsung.

Pada tahun yang sama, Siti mengadakan sebuah konser solo yang mensukseskan di Royal Albert Hall, London pada April 2005, meskipun sebagian besar penonton adalah orang Malaysia yang tinggal di Britania Raya, bersama dengan beberapa warga negara lokal.